Sejarah Pengambang Indonesia

Pengembang Indonesia adalah Organisasi Pengambang Sarana Infrastruktur Indonesia yang terlahir dari gagasan para pengembang untuk kembali pada komitmen Pembangunan dan Penyediaan Perumahan, Pemukiman dan Properti lainnya, khususnya rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Gagasan ini berkembang dan memuncak untuk merapatkan barisan dalam wadah organisasi perusahaan pengembang, dan kemudian mengerucut pada arah dan cita-cita luhur untuk membangun negeri melalui Perumahan, Pemukiman dan Properti lainnya, khususnya rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah berdiri tegak secara independen untuk hijrah melalui wadah yang lebih luas cakupannya.

Maka pada hari sabtu di Hotel Kartika Chandra Jakarta Tanggal Enam Belas (16) Desember Dua Ribu Enam Belas (2016) Pukul Nol Dua Empat Puluh Delapan Menit (02.48), Pengembang Perumahan Indonesia bersepakat mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Pengembang dan Pemukiman Seluruh Indonesia yang disingkat FK-PPSI.

Forum Komunikasi ini sebagai media untuk melakukan silaturhami sesama pengusaha dalam berdialektika pemikiran terkait visi dan arah komitmen para anggotanya, hingga kemudian pada tanggal 04 Januari 2017 garis visi dan misi nya dipertajam lagi dengan melahirkan Perkumpulan Pengembang Indonesia atau disebut dengan istilah PENGEMBANG INDONESIA atau INDONESIAN DEVELOPER yang dikomandani oleh Ir. H. Barkah Hidayat selaku Ketua Umum, Muhamad Hidayat, SE. selaku Sekretaris Jendral dan Siswoko selaku Bendahara Umum.

Kelahiran ini ternyata tidak hanya sebatas kumpulan ide saja, tetapi juga diaplikasikan secara hokum dihadapan Notaris Hj. Tety Andrian DH, Mkn. pada tanggal 13 Januari 2017 dengan nomor AHU-0000636.AH.01.07 Tahun 2017 sehinnga organisasi ini mendapatkan sambutan hangat dan menjadi harapan baru dari seluruh pengusaha pengembang di seluruh Indonesia, dan pada perkembangan terakhir perjalanan empat bulan telah terbentuk 26 Pimpinan Pengurus di tingkat Provinsi se-Indonesia.

Sambutan menggairahkan untuk organisasi ini juga datang dari para stakeholder dan shareholder utama yang terjalin dalam MOU sehingga diharapkan seluruh Anggota Pengembang Indonesia menjadi lebih siap dan mampu meningkatkan mahakarya yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah secara kompetitif dan profesional.